Spektrofotometri adalah cabang dari spektroskopi elektromagnetik  yang berhubungan dengan cara ukur kuantitatif dari sifat pantulan suatu bahan sebagai fungsi panjang gelombang. Untuk fungsi spektrofotometri sangat beragam dan belum banyak diketahui secara rinci.

Umumnya, spektrofotometri menggunakan fotometer yang disebut dengan spektrofotometer. Alat ini bisa digunakan untuk mengukur intensitas berkas cahaya pada gelombang. Peralatan laboratorium apakah ini?

Simak juga informasi tentang fungsi dial gauge dan cara penggunaannya

Pengertian Spektrofotometri (spectrophotometer)

fungsi spektrofotometer

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa spektrofotometri adalah metode analisis kimia yang berguna untuk mengukur konsentrasi sampel dengan pendekatan kuantitatif. Nah, dalam pengukurannya harus disertai oleh interaksi dengan cahaya. Cahaya yang diserap itu yang akan diukur.

Dalam spektrofotometri, ada 3 daerah panjang gelombang yang diukur. Ketiga daerah ini adalah sebagai berikut.

  • Daerah UV (200 nm – 380 nm)
  • Daerah visible (380 nm – 700 nm)
  • Daerah inframerah (700 nm – 3000 nm)

Perlu diketahui juga bahwa dalam pengukuran ini, panjang gelombangnya akan berbeda. Karena itu, tidak heran jika hasil akhir dari pengukuran pun tidak sama.

Prinsip Kerja Spektrofotometri

Prinsip kerja spektrofotometri berpegangan pada hukum Lambert-Beer. Ketika sebuah cahaya masuk melalui media larutan, maka yang terlihat adalah 3 hasil. Ketiganya adalah sebagian cahaya yang diserap, sebagian cahaya dipantulkan kembali, dan sebagian berfungsi sebagai cahaya yang akan diteruskan.

Syarat supaya hasil pengukurannya maksimal, setidaknya ada beberapa hal yang harus diingat. Pertama, radiasi yang dipakai harus monokromatik. Kedua, tidak ada molekul lain yang saat cahaya diserap oleh larutan yang memiliki molekul lain.

Ketiga, radiasi yang diserap sampel tidak akan menimbulkan reaksi kimia lain. Keempat, larutan yang diukur haruslah benar-benar jernih, dan terakhir, konsentrasi analit harus rendah.

Fungsi Spektrofotometri  

Spektrofotometri adalah teknik ilmiah yang kegunaan nya untuk mengukur cahaya yang ditransmisikan atau dipantulkan melalui benda-benda cair, padat, ataupun gas. Selain itu, menurut hukum Beer spektrofotometri adalah teknik untuk mengukur berapa banyak zat menyerap cahaya yang dilewati.

Dengan kata lain, fungsi spektrofotometri adalah menyajikan informasi mengenai jumlah zat yang diperoleh saat dilalui oleh cahaya. Dalam reflektansinya, spektro juga mengukur jumlah cahaya yang dipantulkan dari spesimen buram.

Mengenal Seputar Spektrofotometer  

Pembahasan mengenai spektrofotometri tentu tidak bisa lepas dari spektrofotometer yang merupakan alat ukurnya. Tanpa keberadaan spektrofotometri, Anda tidak akan bisa melakukan proses spektrofotometri.

Pada dasarnya, spektrofotometer sendiri adalah gabungan antara spektrometer dan fotometer. Cara kerja spektometer yang bentuknya mirip prisma ini  kegunaannya menyeleksi panjang gelombang yang berasal dari sinar putih.

Sedangkan fotometer adalah alat untuk mengukur intensitas cahaya yang diabsorbsikan. Keduanya kemudian akan bekerjasama melakukan spektrofotometri.

Fungsi Spektrofotometer

Singkatnya, spektrofotometer adalah alat optik yang digunakan untuk mengukur intensitas cahaya relatif terhadap suatu panjang gelombang. Energi elektromagnetik tadi dikumpulkan lewat sampel yang masuk ke dalam celah dan dipisahkan menurut panjang gelombang oleh kisi holografik.

Cahaya yang dipisahkan tadi kemudian difokuskan ke detektor larik CCD di mana intensitas setiap panjang gelombang, dan diukur dengan piksel larik. Selanjutnya, CCD yang dibacakan ke komputer akan menghasilkan spektrum yang menampilkan intensitas panjang gelombang cahaya.

Jenis-jenis Spektrofotometer

Setelah mengetahui seputar pengertian, fungsi spektrofotomi, serta alat ukurnya, Anda juga perlu mengetahui jenis-jenis alat pengukur tersebut. Pada dasarnya, secara umum ada dua jenis spektrofotometer yang saat ini ada dan bisa digunakan dalam penelitian.

Selain itu, jenis spektrofotometer ini juga dibedakan berdasarkan metode analisisnya. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasannya.

  • Jenis Spektofotometer Secara Umum

Sebagaimana sudah disebutkan, secara umum jenis spektrofotometer ada 2. Yang pertama adalah spektrofotometer single bean dan yang kedua adalah spektrofotometer double bean.

Pada pengukuran menggunakan spektrofotometer single bean, cahaya hanya melewati satu arah. Karena hal itu, hasil yang didapatkan dari pengukuran menggunakan alat ini hanya nilai absorfansi dari larutan yang dipakai. Untuk penggunaan jenis ini, biaya yang harus dikeluarkan lebih sedikit.

Selanjutnya, saat menggunakan spektrofotometer double bem, nilai bisa langsung diukur dengan larutan yang diinginkan hanya dalam satu kali proses. Singkatnya, pengukuran menggunakan jenis alat yang satu ini akan lebih cepat dan praktis.

  • Jenis Spektrofotometer dilihat dari Metode Analisisnya

fungsi spektrofotometer dalam kehidupan sehari-hari

Selanjutnya, spektrofotometer juga berbeda-beda jenisnya jika Anda lihat dari metode analisis yang diterapkan dalam setiap alat tersebut. Yang pertama ada spektrofotometer UV-Vis. Spektrofotometer UV-Vis digunakan untuk melakukan pengukuran di daerah UV dan spektrum elektromagnetik

Spektrum ini ketentuan batas masing-masingnya adalah 190 hingga 380 nm dan 380 hingga 760 nm. Jenis alat yang pertama ini dilengkapi dengan sumber cahaya. Dalam proses pengukurannya Sinar UV atau sinar cahaya berguna untuk menangkap objek dengan gelombang berbeda.

Selanjutnya, ada juga jenis Spektrofotometer UV-Vis near infra red (merah). Jenis alat ini masih satu kelas dengan yang sebelumnya, namun bisa membantu mengidentifikasi gelombang berukuran hingga 2600 hingga 3300 nm.

Jenis spektrofotometer lain yang juga termasuk banyak digunakan adalah spektrofotometer serapan atom dan spektrofotometer fluoresensi. Kedua alat ini bisa melakukan analisis secara kualitatif atau kuantitatif.

Untuk jenis yang terakhir, ada juga yang disebut dengan spektrofotometer serapan atom. Spektrofotometer serapan atom  ini telah dikembangkan sejak tahun 1955.

Alat ini menggunakan metode analisis penentuan unsur logam. Prinsip kerjanya yaitu menyerap sinar dari sumber menggunakan atom yang dibebaskan dengan nyala panjang gelombang tertentu.

Cara Menggunakan Spektrofotometer

Untuk bisa mendapatkan hasil pengukuran dalam proses spektrofotometri, Anda perlu mengetahui bagaimana cara menggunakan spektrofotometernya. Untuk yang akan dibahas kali ini, sebagai sampel adalah penggunakan spektrofotometer UV-Vis.

Ada lima langkah yang perlu Anda lakukan dalam proses pengukuran tersebut. Langkah pertamanya, silahkan larutkan sampel dalam pelarut. Jika sudah, masukkan sampel tersebut dalam kuvet.

Setelahnya, standar pastikan Anda mengatur T= 0% dalam kondisi tertutup. T = 0% ini adakalanya disebut sebagai 0%T atau dark current control pada beberapa instrument. Tentukan apa yang akan diukur ya.

Selanjutnya, berbalikan dengan pengaturan sebelumnya, Anda bisa mengatur T=100& (A=O) saat kondisi terbuka. Disini, Anda bisa menggunakan pelarut murni dengan cell penuh. Setelahnya, bisa diperjelas dengan membuat kurva.

Jika ke empat tahapan di atas sudah selesai, kini saatnya Anda melakukan pengukuran. Caranya cukup dengan memasukkan sampel dan mengukur %T atau A, tergantung instrument yang digunakan.

Panduan tersebut adalah langkah sederhana yang bisa diterapkan dengan sangat mudah. Namun, saat spektrofotometer yang digunakan berbeda, maka ada beberapa aturan atau proses yang juga akan berbeda. Uji aktivitas ini untuk mengetahui massa dan pengenceran enzim atau zat kimia lainnya.

Penggunaan langkah ini pun harus dilakukan dengan benar dan teliti, khususnya di bagian pengaturannya dalam kondisi terbuka dan tertutup. Jika pengaturan Anda keliru atau ada sedikit kesalahan dalam hal tersebut, sudah pasti hasilnya pun akan berbeda.

Sampai disini sudah paham bukan mengenai fungsi spektrofotometri hingga alat yang digunakan melakukan pengukurannya, yakni spektrofotometer. Pembahasan mengenai keduanya memang saling berhubungan. Fungsi dari proses ini pun sangat penting dalam dunia sains sehingga penting dipahami.

Mudah-mudahan informasi ini bermanfaat untuk kehidupan Anda sehari-hari. Dapatkan dokumen ini dalam format pdf dengan print via browser.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *